Sunday, July 22, 2018

Heboh Tertangkap Kamera Satu-satunya Orang Terakhir dari Suku Amazon, Ia Hidup Sendirian Selama 22 Tahun



Berita Asik - Kehidupan suku-suku pedalaman memang masih menjadi misteri bagi para peneliti.

Namun, berkat kemajuan teknologi, sekelumit kehidupan mereka dapat terabadikan.

Banyak suku pedalaman yang tinggal di kawasan hutan belantara Amazon.

Satu rekaman tentang satu-satunya orang terakhir dari suku Amazon yang masih bertahan telah beredar.

Dikutip TribunTravel.com dari laman Daily Mail, video itu memperlihatkan satu-satunya orang yang masih bertahan dari suku Amazon yang dibantai petani 20 tahun yang lalu.

Dikenal dengan istilah 'the indigenous man in the hole', lelaki suku Amazon ini tertangkap kamera oleh pemerintah Rondonia, satu kawasan di Brazil.

Lelaki itu terlihat setengah telanjang dan sedang berupaya menebang pohon.

Diperkirakan, ia juga memiliki kebun pepaya dan jagung di sekitar pondok yang dibuatnya sendiri dari pepohonan.

Para ahli menemukan lelaki itu di hutan pertama kali pada 1996.

Baca Juga : Mengapa Ahok Ingin Bebas Murni? Ahok : Karena Saya Fokus Membalas Surat-surat Ahokers

Namun, wajahnya baru sekali tertangkap kamera pada 1998.

Para ahli memperkirakan, ia telah hidup sendirian selama 22 tahun. Agen Bola

Dengan usia sekitar 50an tahun, pria tersebut menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berburu babi hutan, burung, dan monyet dengan busur panah, menurut laporan The Guardian.









Petani dan pembalak hutan diyakini telah membunuh lima anggota suku lainnya dalam serangan pada 1995.

Mereka membunuh dan mengusir penduduk asli Amazon selama 1970-an dan 1980-an.

Namun, pria yang terekam kamera ini berhasil bertahan hidup, menurut badan pemerintah untuk suku asli, Funai.

Funai memiliki kebijakan ketat untuk membiarkan suku-suku pedalaman tetap tinggal di wilayah itu.

Namun, Funai juga telah memantau aktivitas pria tersebut dari jauh sejak pertama kali terlihat pada 1996.

Funai tidak tahu namanya atau nama sukunya, tetapi telah berjuang untuk memperluas area hutannya menjadi 8,070 hektar sehingga ia dapat mempertahankan gaya hidup aslinya.

Senjata tradisional seperti kapak dan parang sengaja ditinggalkan oleh pekerja Funai agar ditemukan pria tersebut. Judi Bola

Meski begitu, para pekerja Funai menjaga diri dan tidak pernah membiarkan diri mereka dilihat oleh pria tersebut.

Fiona Watson dari kelompok riset Survival International, mengatakan kepada The Guardian, video lelaki itu terlihat 'luar biasa' karena wilayah tanahnya dikelilingi oleh peternakan.

Dia berkata, "Funai memiliki kewajiban untuk menunjukkan pria tersebut dalam keadaan baik dan masih hidup. Satu hal yang juga penting adalah Funai telah berhasil menjaga wilayahnya."

"Fakta pria itu masih hidup memberikan harapan dan bisa dibilang, ia adalah simbol tertinggi."

Funai, yang bekerja untuk melindungi hak-hak masyarakat adat dan kelompok-kelompok pedalaman, mengklaim ada 113 suku yang tak terkontak peradaban manusia modern di Amazon Brasil. Berita Asik

 Online Resmi
Mari Bergabung Bersama Kami di Aquaqq.Biz dan rasakan langsung kemenangan nya buat km :)
Mw chat Langsung Di Live Chat ? yok Langsung Daftar Di Aquaqq.Biz yah :)

***CARI POKER ONLINE DAN SITUS POKER ONLINE TERPERCAYA***
~~~~~~++ AQUAQQ ++~~~~~~

SOLUSI PALING TEPAT !!!
BIG PROMO !!

* Bonus Rollingan : 0,3%
* Bonus Referal : 15%

Hanya di AQUAQQ BANYAK KEJUTAN-KEJUTAN !!
yang Menantikan anda !!!!!
Dengan Fasilitas Mewah :
- Cs yang cantik siap Membantu 24 Jam
- Bonus Refferal 15% Perbulan
- WD Tanpa Batas
- 100% Bebas dari BOT
- Kemudahan Melakukan Transaksi dari 5 Bank Besar
- Ribuan Meja game & Puluhan ribu Real player setiap harinya
Semua Hanya bisa didapatkan di AQUAQQ

~~~~~~++ Minimal Depo dan WD hanya 20 Rb ++~~~~~~

CONTACT PERSON :
* BBM : 3352D18E
* Whatsapp : +855 96 498 8455
* Instagram : AquaQQ88

Agen Bola Terpercaya Se-Indonesia

Agen Togel Tebesar Se- Asia

Share:
Location: Indonesia

0 comments:

Post a Comment

Copyright © Berita Asik | Powered by Blogger Design by ronangelo | Blogger Theme by NewBloggerThemes.com